Detail Cantuman Kembali

XML

efektifitas pembangunan submerged breakwater terhadap transformasi gelombang pantai kuta bali


Pantai Kuta mengalami erosi lebih dari 50 meter dalam 10 tahun terakhir dan lebih dari 100 meter sejak tahun 1960, saat Bandara Ngurah Rai dibangun menjorok ke laut. Upaya menanggulangi Pantai Kuta dari abrasi dan erosi telah dilakukan pemerintah dengan membangun bangunan pelindung pantai. Keberadaan bangunan tersebut masih kurang efektif dalam mangatasi erosi Pantai Kuta sehingga diperlukan adanya analisis tentang karakteristik gelombang sebagai salah satu faktor penyebab terjadinya erosi pantai. Berdasarkan penelitian yang ada, penelitian tentang analisis transformasi gelombang pasca pembangunan bangunan pengaman Pantai Kuta belum pernah dilakukan. Hal ini sangat penting untuk dilakukan kajian, mengingat gelombang merupakan komponen utama dalam perencanaan penanganan Pantai Kuta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tinggi gelombang Pantai Kuta pada lokasi yang menggunakan submerged breakwater dan pada lokasi yang tidak menggunakan submerged breakwater, menganalisis efektifitas/kemampuan peredaman gelombang dengan membandingkan ketinggian gelombang datang (Hi) yang menghampiri submerged breakwater dengan tinggi gelombang transmisi (Ht) yang dihasilkan setelah gelombang melewati submerged breakwater serta menganalisis besaran koefisien transmisi gelombang (Kt) pada submerged breakwater di Pantai Kuta, Bali. Program yang digunakan dalam penelitian ini yaitu AutoCad, Dina-Hindcating, STWAVES, perhitungan RSB Calculation serta perhitungan manual. Hasil kajian efektifitas submerged breakwater Pantai Kuta sangat efektif untuk meredam energi gelombang yang datang dari arah laut lepas menuju pantai, hasil pengamatan tinggi Hi pada saat muka air tinggi (HWL) di lokasi yang terdapat submerged breakwater sebesar 1,18 m dan Ht yang terjadi sebesar 0,57 m mengalami reduksi energi gelombang sebesar 51,69% dari energi gelombang awal. Pada lokasi tidak terdapat submerged breakwater yang terletak di sebelah Selatan submerged breakwater, Hi yang terjadi sebesar 1,20 m dan Ht yang terjadi sebesar 1,11 m mengalami reduksi sebesar 7,5%. Pada lokasi tidak terdapat submerged breakwater yang terletak di sebelah Utara dari submerged breakwater, Hi yang terjadi 1,15 m dan Ht 1,11 m mengalami reduksi 3,5%. Hasil Kt gelombang Pantai Kuta 0,69 m.
624.16.11 Muh e
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2016
Surabaya
xi, 62 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...